Kusumo Martanto Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Chromebook

Kusumo Martanto

Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus bergulir. Terbaru, nama Kusumo Martanto, CEO PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), turut dipanggil dan diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya penegak hukum untuk menelusuri dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan perangkat pembelajaran berbasis digital tersebut.

BACA JUGA : Menkeu Purbaya: Rp200 T Dana Negara di Himbara


Latar Belakang Kasus Chromebook

Program pengadaan Chromebook yang digulirkan pemerintah bertujuan untuk mendukung digitalisasi pendidikan, khususnya selama masa pandemi dan setelahnya. Ribuan unit laptop Chromebook disalurkan ke sekolah-sekolah di berbagai daerah untuk meningkatkan akses pembelajaran berbasis teknologi.

Namun, proyek yang menelan anggaran besar ini di duga tidak berjalan sesuai aturan. Kejagung menemukan indikasi adanya mark-up harga, penyalahgunaan kewenangan, serta dugaan keterlibatan sejumlah pihak, baik dari instansi pemerintah maupun perusahaan penyedia.


Pemeriksaan Kusumo Martanto

Dalam penyelidikan terbaru, Kusumo Martanto dipanggil untuk memberikan keterangan terkait peran perusahaannya dalam distribusi maupun pengadaan perangkat Chromebook. Sebagai pemimpin salah satu e-commerce besar di Indonesia yang juga terlibat dalam penyediaan produk teknologi, keterangannya di anggap penting untuk mengurai benang kusut kasus ini.

Pemeriksaan ini tidak serta merta menjadikan Kusumo sebagai tersangka. Statusnya masih sebatas saksi yang di mintai klarifikasi. Kejagung ingin memastikan apakah ada hubungan langsung antara kontrak pengadaan dengan pihak perusahaan yang di pimpinnya, serta apakah prosedur lelang telah di lakukan secara transparan.


Dugaan Penyimpangan dan Potensi Kerugian Negara

Menurut hasil penyelidikan awal, dugaan penyimpangan dalam kasus ini meliputi:

  1. Mark-up harga perangkat Chromebook yang jauh lebih tinggi di banding harga pasaran.
  2. Pengadaan yang tidak sesuai spesifikasi, di mana beberapa unit tidak memenuhi standar mutu yang di tetapkan.
  3. Pola kerja sama dengan pihak ketiga yang di nilai tidak transparan.

Kejagung memperkirakan bahwa kasus ini berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah, meski angka pastinya masih dalam proses audit.


Respons Blibli dan Kusumo Martanto

Menanggapi pemeriksaan ini, pihak Blibli menyatakan bahwa mereka siap kooperatif dengan proses hukum yang sedang berlangsung. Kusumo Martanto sendiri menegaskan bahwa perusahaannya selalu berkomitmen menjalankan bisnis sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Ia juga menyampaikan bahwa pemanggilan dirinya merupakan bentuk klarifikasi, dan tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. “Kami percaya transparansi adalah kunci. Karena itu, kami mendukung penuh upaya aparat penegak hukum dalam menyelesaikan kasus ini,” ujarnya.


Implikasi Kasus Kusumo Martanto terhadap Dunia Pendidikan

Kasus Chromebook ini menimbulkan kekhawatiran publik, terutama karena menyangkut dunia pendidikan. Seharusnya, program digitalisasi sekolah menjadi langkah maju untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, jika ada indikasi penyimpangan, maka manfaat yang seharusnya di rasakan siswa bisa berkurang.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa setiap proyek pendidikan perlu di awasi secara ketat. Transparansi dalam pengadaan barang dan jasa harus menjadi prioritas agar tidak merugikan negara dan masyarakat.


Harapan ke Depan

Kasus ini di harapkan dapat di tangani secara tuntas oleh Kejagung. Semua pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, pemerintah di harapkan memperbaiki mekanisme pengadaan dengan sistem yang lebih terbuka dan akuntabel.

Bagi dunia usaha, kasus ini menjadi pelajaran bahwa keterlibatan dalam proyek pemerintah harus di lakukan dengan sangat hati-hati. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan terhadap hukum merupakan kunci agar perusahaan tidak terseret dalam masalah hukum.


Kesimpulan

Pemeriksaan Kusumo Martanto oleh Kejagung dalam kasus pengadaan Chromebook menunjukkan keseriusan aparat dalam menelusuri dugaan korupsi di sektor pendidikan. Meskipun statusnya masih sebagai saksi, keterangannya di harapkan mampu membuka jalan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kasus ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola pengadaan publik, demi menjaga integritas dan memastikan manfaat program pendidikan dapat di rasakan secara nyata oleh masyarakat.

kur 2026 dimulai lebih awal ini arah kebijakan terbarunya bunga kur tetap 6 persen dan dampaknya bagi umkm di 2026 penyaluran kur 2026 dipercepat apa yang perlu diketahui pelaku usaha kur 2026 fokus usaha produktif dan pengetatan seleksi transformasi kur 2026 dari pembiayaan ke penguatan umkm ketika angka rtp bertemu tradisi mahjong di era game digital mahjong digital dan ilusi peluang membaca rtp secara kritis mengapa rtp sering disalahpahami dalam permainan mahjong online diskusi game online 2026 dan posisi mahjong wins 3 di publik mengamati popularitas mahjong wins 3 dalam ekosistem game online kisah pekerja harian menguji mahjong ways dengan modal awal 45rb di sela waktu istirahat liputan redaksi perjalanan anak kos kenal mahjong ways berawal dari dana minim 60rb sorotan publik cerita pemain pendatang baru mencoba mahjong ways bermodal terbatas 50rb mahjong ways 2 dan narasi menang mengapa banyak yang salah paham membaca peluang menang di mahjong ways 2 lewat kacamata statistik mahjong ways 2 antara sensasi menang dan risiko yang sering terlupa mahjong wins 3 dan cara pemain memaknai kemenangan dalam game menang di mahjong wins 3 antara persepsi dan realita permainan mahjong wins 3 dan fenomena menang beruntun yang bikin penasaran kur 2026 dan respons pasar saham terhadap penyaluran kredit bunga kur tetap 6 persen bagaimana dampaknya ke saham bank penyaluran kur awal 2026 dan sentimen investor di bursa kur dorong umkm tumbuh apa artinya bagi pasar saham dari rasa penasaran hingga jadi rutinitas pengalaman bermain mahjong ways dengan modal 70rb catatan redaksi kisah ojek online mengisi waktu luang lewat mahjong ways modal awal 55rb laporan santai media lokal cerita pekerja shift malam bermain mahjong ways dana minim 48rb kenapa menang di mahjong ways 2 terasa dekat padahal tidak sederhana mahjong ways 2 dan angka rtp mengapa bukan ramalan kemenangan mitos pola menang mahjong ways 2 dan fakta di baliknya bagaimana pemain mengelola momen menang di mahjong wins 3 mahjong wins 3 dan pola menang yang sering disalahartikan saat menang di mahjong wins 3 kenapa kontrol diri jadi penting mahjong wins 3 dan psikologi kemenangan dalam permainan digital saham perbankan di 2026 saat kur jadi fokus pemerintah hubungan kur dan kinerja saham bank di tengah ekonomi 2026 kur 2026 fokus usaha produktif dan reaksi pelaku pasar saham jejak pengalaman pemain sederhana mengenal mahjong ways saat keuangan terbatas 45rb ulasan redaksi kenapa mahjong ways menarik bagi pemain bermodal awal di bawah 65rb dari obrolan warganet ke pengalaman nyata cerita mencoba mahjong ways dengan modal 58rb mahjong ways 2 saat kemenangan bikin lengah ini cara tetap terkontrol sorotan komunitas kisah perantau menguji mahjong ways berawal dari dana minim 52rb menang beruntun di mahjong ways 2 kebetulan atau ada penjelasan logis mahjong ways 2 dan psikologi menang bagaimana otak membaca keberuntungan mahjong ways 2 dan batasan bermain kenapa ini lebih penting dari menang membaca momen menang di mahjong wins 3 tanpa terjebak euforia mahjong wins 3 dari satu kemenangan ke keputusan berikutnya makna menang dalam game mahjong wins 3 menurut pengalaman pemain dari kredit umkm ke bursa membaca arah kur dan saham kebijakan kur terbaru dan harapan investor saham perbankan kur dan pasar saham 2026 membaca risiko dan peluang