LEPAS menghadirkan pendekatan baru di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan menggabungkan dunia otomotif dan fesyen. Inisiatif ini menunjukkan ambisi merek untuk memosisikan kendaraan elektrifikasi lebih dari sekadar alat transportasi—melainkan juga sebagai elemen gaya hidup dan ekspresi pribadi masyarakat modern. Kolaborasi dengan Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 menjadi ujung tombak langkah tersebut. Lewat kerja sama ini, LEPAS menegaskan bahwa transformasi menuju elektrifikasi kendaraan juga bisa dibawa ke ranah budaya dan estetika, sehingga pengalaman kepemilikan mendapat dimensi baru yang berkaitan dengan identitas dan tren gaya hidup.
Perpaduan otomotif dan fesyen di satu panggung
LEPAS menampilkan konsep kolaboratifnya melalui runway khusus yang dipasang di booth selama gelaran GIIAS 2026. Runway itu menampilkan koleksi dari dua desainer, sebagai bentuk konkret integrasi produk kendaraan dan narasi fesyen yang ingin dibangun. Penempatan runway di area pameran otomotif menandai upaya menghadirkan pengalaman lintas disiplin bagi pengunjung pameran. Keputusan menghadirkan pertunjukan fesyen di tengah pameran mobil memberi pesan bahwa kendaraan elektrik dapat menjadi bagian dari lifestyle yang lebih luas. Melalui cara ini, LEPAS berharap dapat menjangkau audiens yang selama ini melihat kendaraan hanya dari aspek teknis, sehingga membuka ruang dialog tentang estetika, desain, dan ekspresi diri.
Menempatkan kendaraan sebagai ekspresi diri
Selain menampilkan produk, LEPAS berupaya memperluas makna kepemilikan kendaraan. Jika sebelumnya mobil dipandang semata-mata sebagai sarana mobilitas, kolaborasi ini mencoba menunjukkan sisi lain: kendaraan sebagai medium untuk mengekspresikan gaya hidup, preferensi estetis, dan aspirasi personal. Pendekatan seperti ini juga relevan dalam konteks perubahan preferensi konsumen yang semakin mengaitkan produk dengan identitas. Dengan melibatkan dunia fesyen, LEPAS menguji model komunikasi baru yang mengaitkan fitur kendaraan dengan citra visual dan budaya populer, bukan hanya spesifikasi teknis semata.
Langkah strategis di ajang pamer otomotif
Memanfaatkan panggung GIIAS 2026, LEPAS mengambil kesempatan untuk memperkenalkan narasi baru tentang elektrifikasi kepada pengunjung pameran. Kehadiran elemen fesyen pada ruang pamer otomotif bukan sekadar gimmick acara, melainkan upaya strategis untuk memperluas daya tarik pasar dan membangun keterkaitan emosional produk dan konsumen. Kolaborasi dengan institusi fesyen juga membuka peluang bagi pihak-pihak terkait untuk saling belajar: perancang fesyen mendapatkan platform baru untuk menampilkan karya, sementara pihak otomotif mendapatkan perspektif segar tentang bagaimana desain dan estetika dapat meningkatkan daya tarik produk. LEPAS menghadirkan konsep ini tanpa menghilangkan fokus pada teknologi elektrifikasi; sebaliknya, penyatuan nilai estetika dan fungsi diharapkan memperkuat pesan bahwa kendaraan listrik kini bagian dari gaya hidup modern yang multifaset. Kehadiran runway di booth LEPAS pada GIIAS 2026 serta keterlibatan dengan Jakarta Fashion Week 2027 menjadi bukti pendekatan lintas sektor yang makin banyak ditempuh merek-merek saat ini. Inisiatif semacam ini menunjukkan bahwa industri otomotif sedang bereksperimen dengan cara-cara baru untuk berinteraksi dengan publik dan membentuk persepsi tentang masa depan mobilitas. Dengan langkah tersebut, LEPAS menegaskan posisinya dalam percakapan yang lebih luas tentang bagaimana kendaraan elektrifikasi dapat terintegrasi ke dalam budaya populer dan gaya hidup sehari-hari. Kolaborasi ini membuka ruang bagi dialog yang menghubungkan teknologi, desain, dan ekspresi diri, sekaligus menawarkan contoh konkret bagaimana pamer otomotif dapat menjadi panggung bagi inovasi lintas disiplin.
